Timnas Indonesia memiliki kisah kelam saat bertemu China, yakni pernah dibantai dengan skor telak hingga gagal ke Piala Dunia.
Kisah kelam itu terjadi pada tahun 2001 silam, saat Timnas Indonesia berada dalam satu grup dengan China di Kualifikasi Piala Dunia 2002.
Saat itu, Timnas Indonesia dan China tergabung di grup 9 putaran pertama Kualifikasi Piala Dunia 2002, bersama dengan Maladewa dan Kamboja.
Karena setiap grup berisikan empat negara, maka hanya juara grup saja yang akan lolos ke putaran terakhir untuk merebut tiket ke ajang empat tahunan itu.
Di empat pertandingan pertama, Kurniawan Dwi Yulianto dkk mampu tampil apik dengan menang 6-0 dan 2-0 atas Maladewa, kemudian menang 6-0 dan 2-0 atas Kamboja.
Sementara itu, China mampu menang 10-1 dan menang 1-0 atas Maladewa serta menang dengan skor 4-0 atas Kamboja di tiga pertandingan pertama.
Karena sama-sama menang besar di awal fase grup, maka posisi juara grup menjadi rebutan Indonesia dan China. Kedua tim pun akhirnya bertemu pada 13 Mei 2001 di Kumming, Yunan.
Di laga tersebut, Indonesia mampu unggul di babak pertama usai Kurniawan Dwi Yulianto mencetak gol di menit ke-40.
Tapi di babak kedua, China mampu bangkit dan mencetak lima gol dalam waktu 40 menit, sehingga membuat tim Merah Putih kalah 1-5.
Kalah 1-5 di pertemuan pertama, Indonesia berniat membalas di pertemuan kedua atau laga terakhir fase grup di Stadion Gelora Bung Karno pada 27 Mei 2001.
Alih-alih bisa menang, tim Garuda harus takluk dengan skor 0-2 dari China dan gagal finis sebagai juara grup sekaligus gagal membuka jalan untuk lolos ke Piala Dunia.
Bagaimana dengan China? Usai menjadi juara grup, Dragon Team lolos ke putaran kedua dan menjadi juara grup B, sehingga lolos ke Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan.